Dzikir petang merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ia adalah rangkaian bacaan dan doa yang dilakukan menjelang malam, biasanya setelah waktu Ashar hingga terbenamnya matahari. Dzikir ini bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan bentuk perlindungan diri, penguatan iman, serta sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Makna Dzikir Petang
Kata dzikir secara harfiah berarti “mengingat”. Dalam konteks ibadah, dzikir adalah menyebut nama Allah, mengingat-Nya dengan hati dan lisan, serta meresapi makna bacaan yang dilafalkan. Dzikir petang mengingatkan manusia bahwa hari hampir berakhir, dan segala aktivitas duniawi akan segera beristirahat. Ini momen refleksi, muhasabah diri atas apa yang telah dilakukan sejak pagi hingga sore.
Dzikir petang tidak hanya sekadar membaca lafaz-lafaz tertentu, namun juga sarana untuk menenangkan hati, menghapus kegelisahan, serta sebagai benteng diri dari godaan setan dan berbagai keburukan.
Waktu Dzikir Petang
Waktu pelaksanaan dzikir petang dimulai sejak masuknya waktu Ashar hingga terbenamnya matahari. Namun, para ulama memberi kelonggaran, sehingga dzikir petang boleh dilakukan sepanjang waktu sore hingga menjelang malam, terutama jika seseorang berhalangan melakukannya di awal waktu.
Bacaan Dzikir Petang
Dzikir petang mencakup berbagai bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits shahih. Di antara bacaan yang umum dilakukan dalam dzikir petang antara lain:
-
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
Ayat ini mengandung makna keagungan dan kekuasaan Allah SWT. Dalam hadits riwayat Bukhari, disebutkan bahwa siapa yang membacanya di pagi dan petang, maka akan dijaga oleh Allah dari gangguan setan. -
Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Ketiga surah ini dibaca tiga kali setiap pagi dan sore. Fungsinya sebagai perlindungan dari segala keburukan, baik yang tampak maupun tersembunyi. -
Sayyidul Istighfar
Yaitu doa ampunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Barang siapa membacanya di pagi dan petang lalu meninggal di hari itu, maka ia akan diampuni dosanya dan dimasukkan ke surga. -
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah…
Dzikir ini mengandung tauhid dan penegasan bahwa tiada Tuhan selain Allah. Membacanya 100 kali di pagi atau sore hari akan mendapatkan pahala besar dan perlindungan dari bahaya. -
Doa perlindungan dari marabahaya
Seperti doa: “A’uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya), dibaca tiga kali setiap sore.
Keutamaan Dzikir Petang
-
Perlindungan dari bahaya dan kejahatan
Rasulullah SAW mengajarkan dzikir petang sebagai tameng dari sihir, gangguan jin, dan manusia yang berniat jahat. -
Penenang hati dan pikiran
Dalam QS. Ar-Ra’d: 28 disebutkan: “…ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” -
Dilipatgandakan pahala
Banyak bacaan dzikir yang menjanjikan pahala besar, bahkan lebih baik dari dunia dan isinya. -
Mendapatkan ampunan Allah
Melalui istighfar dan doa-doa yang dibaca, seorang hamba berkesempatan mendapat pengampunan atas dosa-dosanya. -
Menjadi hamba yang dicintai Allah
Mereka yang senantiasa berdzikir adalah orang-orang yang senantiasa dekat dengan Allah. Dalam hadits qudsi, Allah menyebutkan bahwa Ia akan mengingat hamba-Nya sebagaimana hamba tersebut mengingat-Nya.
Penutup
Dzikir petang adalah bekal spiritual yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Di tengah kesibukan dunia dan tantangan zaman, dzikir menjadi pelindung, penenang, dan penguat iman. Dengan menjadikan dzikir petang sebagai kebiasaan harian, seorang Muslim memperkuat hubungannya dengan Allah, memperbaiki diri, dan memperkuat benteng dari berbagai keburukan.
Mari jadikan dzikir petang sebagai bagian dari gaya hidup Muslim sejati—tidak hanya sebagai rutinitas, namun sebagai kebutuhan rohani yang terus menyuburkan keimanan dan ketenangan jiwa.












Leave a Reply